Selasa, 23 Oktober 2012
kandungan mineral
Perkembangan perawatan sumur Zamzam
Sistem Pompa
Pada tahun
1971 dilakukan penelitian (riset) hidrologi oleh seorang ahli hidrologi dari
Pakistan bernama Tariq Hussain and Moin Uddin Ahmed. Hal ini dipicu oleh
pernyataan seorang doktor di Mesir yang menyatakan air Zamzam tercemar air
limbah dan berbahaya untuk dikonsumsi. Tariq Hussain (termasuk saya dari sisi
hidrogeologi) juga meragukan spekulasi adanya rekahan panjang yang
menghubungkan laut merah dengan Sumur Zam-zam, karena Makkah terletak 75
Kilometer dari pinggir pantai. Menyangkut dugaan doktor mesir ini, tentusaja
hasilnya menyangkal pernyataan seorang doktor dari Mesir tersebut, tetapi ada
hal yang lebih penting menurut saya yaitu penelitian Tariq Hussain ini justru
akhirnya memacu pemerintah Arab Saudi untuk memperhatikan Sumur Zamzam secara
moderen. Saat ini banyak sekali gedung-gedung baru yang dibangun disekitar
Masjidil Haram, juga banyak sekali terowongan dibangun disekitar Makkah,
sehingga saat ini pembangunannya harus benar-benar dikontrol ketat karena akan
mempengaruhi kondisi hidrogeologi setempat. Badan Riset sumur Zamzam yang
berada dibawah SGS (Saudi Geological Survey) bertugas untuk:
* Memonitor
dan memelihara untuk menjaga jangan sampai sumur ini kering.
* Menjaga
urban disekitar Wadi Ibrahim karena mempengaruhi pengisian air.
* Mengatur
aliran air dari daerah tangkapan air (recharge area).
* Memelihara
pergerakan air tanah dan juga menjaga kualitas melalui bangunan kontrol.
*
Meng-upgrade pompa dan dan tangki-tangki penadah.
*
Mengoptimasi supplai dan distribusi airZam-zam
Lokasi sumur Zamzam
Lokasi sumur
Zamzam yang terletak ditengah lembah yang memanjang. Masjidil haram berada di
bagian tengah diantara perbukitan-perbukitan disekitarnya. Luas area tangkapan
yang hanya 60 Km persegi ini tentunya cukup kecil untuk menangkap air hujan
yang sangat langka terjadi di Makkah, sehingga memerlukan pengawasan dan
pemeliharaan yang sangat khusus. Sumur Zamzam ini, sekali lagi dalam pandangan
(ilmiah) hidrogeologi , hanyalah seperti sumur gali biasa. Tidak terlalu
istimewa dibanding sumur-sumur gali lainnya. Namun karena sumur ini bermakna
religi, maka perlu dijaga. Banyak yang menaruh harapan pada air sumur ini
karena sumur ini dipercaya membawa berkah. Ada yang menyatakan sumur ini juga
bisa kering kalau tidak dijaga. Bahkan kalau kita tahu kisahnya sumur ini
diketemukan kembali oleh Abdul Muthalib (kakeknya Nabi Muhammad SAW) setelah
hilang terkubur 4000 tahun (?). Dahulu diatas sumur ini terdapat sebuah
bangunan dengan luas 8.3 m x 10.7 m = 88.8 m2. Antara tahun 1381-1388 H
bangunan ini ditiadakan untuk memperluas tempat thawaf. Sehingga tempat untuk
meminum air zamzam dipindahkan ke ruang bawah tanah. Dibawah tanah ini
disediakan tempat minum air zam-zam dengan sejumlah 350 kran air (220 kran
untuk laki-laki dan 130 kran untuk perempuan), ruang masuk laki perempuan-pun
dipisahkan.
Mata air zamzam
Dibawah
lapisan alluvial Wadi Ibrahim ini terdapat setengah meter (0.5 m) lapisan yang
sangat lulus air (permeable). Lapisan yang sangat lulus air inilah yang
merupakan tempat utama keluarnya air-air di sumur Zam-zam.
Kedalaman 17
meter kebawah selanjutnya, sumur ini menembus lapisan batuan keras yang berupa
batuan beku Diorit. Batuan beku jenis ini (Diorit) memang agak jarang dijumpai
di Indonesia atau di Jawa, tetapi sangat banyak dijumpai di Jazirah Arab. Pada
bagian atas batuan ini dijumpai rekahan-rekahan yang juga memiliki kandungan
air. Dulu ada yang menduga retakan ini menuju laut Merah. Tetapi tidak ada
(barangkali saja saya belum menemukan) laporan geologi yang menunjukkan hal
itu. Dari uji pemompaan sumur ini mampu mengalirkan air sebesar 11 - 18.5
liter/detik, hingga permenit dapat mencapai 660 liter/menit atau 40 000 liter
per jam. Celah-celah atau rekahan ini salah satu yang mengeluarkan air cukup
banyak. Ada celah (rekahan) yang memanjang kearah hajar Aswad dengan panjang 75
cm denga ketinggian 30 cm, juga beberapa celah kecil kearah Shaffa dan Marwa.
Keterangan geometris lainnya, celah sumur dibawah tempat Thawaf 1.56 m,
kedalaman total dari bibir sumur 30 m, kedalaman air dari bibir sumur = 4 m,
kedalaman mata air 13 m, Dari mata air sampai dasar sumur 17 m, dan diameter
sumur berkisar antara 1.46 hingga 2.66 meter.
Langganan:
Postingan (Atom)